Shopping Cart

Total Items:
SubTotal:
Tax Cost:
Shipping Cost:
Final Total:

Buku Terlaris

There was an error in this gadget

Peminat

Hak Cipta Milik Allah Ta'ala, Hak Izin Pada Kutubooku. Powered by Blogger.

  • Harga: 70.000
    Hubungi: 085885753838


    Sinopsis: 

    Alhamdulillah, Syukur kepada Allah ta’ala yang telah memberikan kenikmatan yang sangat banyak hingga saat ini kita masih berada dalam hidayahNya. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada junjungan alam, Nabiyyina Muhammad Shalallahu Alaihi Wassalam, ahli baitnya, para shahabatnya dan orang-orang yang senantiasa mengikuti jejak langkahnya hingga akhir zaman.
    Syukur kepada Allah ta’ala juga kami haturkan atas rahmatNya akhirnya buku ini bisa diterbitkan. Bahan dari buku ini adalah kumpulan dari beberapa penulis yang konsen dalam bidang etnografi khususnya di wilayah Tatar Sunda (Jawa Barat). Sedikitnya referensi mengenai etngrafi Suku Sunda menjadi alasan kami untuk menerbitkannya. Walaupun ada beberapa pihak yang mungkin tidak berkenan dengan hadirnya buku ini karena dianggap melanggar pikukuh karuhun yang malrang untuk menuliskan segala hal yang berkenaan dengan budaya Sunda. Namun kami hanya sekadar memberikan kontribusi bahwa pesona budaya Sunda ini harus diwariskan kepada generasi berikutnya.
    Fokus kajian pada buku ini adalah mengenai Kampung Naga, sebuah kampung adat yang eksotik dengan budaya buhun yang tetap abadi hingga saat ini. Perkembangan zaman yang terus berputar tidaklah menggoyahkan sendi-sendi kehidupan warganya. Terbukti masih berjalannya ritual Hajat Sasih yang dilakukan setiap dua bulan sekali yang bertepatan dengan hari-hari besar Islam. etnografi mengenai Hajat Sasih ditulis oleh Abdurrahman Misno Bambang Prawiro.
    Kampung Naga dari segi arsitektur memiliki keunikan tersendiri, masjid yang berdiri kokoh di tengah kampung memiliki nilai budaya yang sangat tinggi. Berbeda dengan masjid lainnya di wilayah Sunda, maka masjid Kampung Naga tetap menjaga artsitektur lokal tanpa terpengaruhi budaya Arab dan India. hasilnya masjid tersebut lebih mirip rumah-rumah penduduk di sekitarnya, yaitu dengan bahan dasar kayu dan injuk sebagai atapnya. Arsitektur kampung Naga ditulis secara menarik dengan metode etnografi oelh Muhammad Alifuddin.
    Nilai-nilai leluhur Kampung Naga tidak akan bisa eksis tanpa adanya usaha pewarisan secara berkelanjuran dari generasi ke generasi. Oleh karena itu upaya untuk mewariskan tersebut dilakukan oleh komunitas Kampung Naga kepada keturunannya. Farah Ruqayah menulis mengenai pola pewarisan nilai-nilai tersebut dalam konteks kebudayaan. Hasilnya bahwa salah satu rahasia eksistensi Kampung Naga adalah karena pola pewarisan yang berbeda dengan masyarakat di sekitarnya. Adanya ikatan yang sangat kuat dengan leluhur dan pemimpin yang kharismatik menjadikan pola-pola pewarisan tersebut terus berlangsung.
    Selanjutnya tulisan Wahyu Irayana yang memotret segi mitologi komunitas Kampung Naga. Sebagai komunitas adat mereka memiliki kekayaan dalam bentuk mitos yang hingga saat ini masih bertahan dan diyakini oleh warganya. Perubahan zaman tidaklah serta merta menghilangkan mitos tersebut, namun untuk menjaga agar tidak terjadi kesalahpahaman pada masyarakat luar maka mitos tersebut seringkali ditafsirkan lebih kontekstual dengan perkembangan zaman.
    Akhirnya, kami mengucapkan semoga buku ini menjadi sumbangan positif bagi kebudayaan Nusantara khususnya kebudayaan Sunda yang telah memberikan inspirasi bagi kebudayaan Nasional. Kritik dan saran yang konstruktif kami tunggu untuk perbaikan di masa yang akan datang.

  • Judul: Kujang Pajajaran
    Penulis: Ki Wahyu Suradinata
    Harga: Rp. 30.000
    Tersedia e book; Rp. 20.000




    Alhamdulillah, puji syukur kepada Allah ta'ala atas kehendakNya buku ini dapat hadir di hadapan pembaca sekalian. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada suri tauladan kita Nabi Muhammad Shalallahu 'Alaihi wa salam, kepada seluruh keluarganya, para shahabatnya dan orang-orang yang meniti sunnahnya sampai akhir zaman.
    Kujang adalah warisan leluhur masyarakat Sunda, ia hadir pada tiap lambang dan logo lembaga pemerintahan dan swasta khususnya yang berada di Tatar Sunda (Jawa Barat). Sebagai sebuah warisan budaya maka ia harus dilestarikan agar generasi yang akan mengetahuinya. Salah satu upaya untuk melestarikannya adalah dengan memproduksi kembali berbagai jenis kujang yang menjadi warisan tersebut. Paneupaan Kujang Pajajaran telah melakukan hal tersebut dengan membuat enam jenis kujang yang merupakan warisan leluhur Sunda.
    Setelah berkiprah lebih dari 20 tahun membuat kujang, maka kami memandang perlu untuk menjelaskan hal-hal yang berkaitan dengan kujang dalam sebuah buku. Alhamdulillah, cita-cita tersebut tercapai dengan terbitnya buku ini. Pembaca sekalian, buku ini adalah buku langka yang membahas mengenai kujang di Tatar Sunda khususnya di Bogor sebagai Dayeuh Pakuan Pajajaran. Isi buku ini didasarkan kepada pengalaman penulis sejak mulai pertama mengenal kujang hingga akhirnya mengabdikan dirinya untuk kujang.
    Ki Wahyu Affandi Suradinata adalah maestro Kujang yang hingga saat ini belum ada tandingannya. Keahliannya dalam membuat kujang ditambah dengan pemahamannya terhadap sejarah dan nilai-nilai budaya Sunda menjadi modal utama dalam membuat kujang-kujang yang tidak hanya memiliki nilai seni namun bernilai filosofi tinggi.
    Buku ini menyajikan data-data mengenai kujang yang didasarkan kepada salah satu tokoh budayawan Sunda yaitu Anis Jatisunda yang telah mengabdikan diirinya untuk Ki Sunda. Semoga kehadiran buku ini menjadi pelepas dahaga bagi masyarakat Sunda yang ingin mengetahui warisan agung para leluhur Sunda. Selain itu diharapkan menjadi kontribusi positif dalam upaya ngamumule budaya Sunda.
    Akhir kata semoga pembaca sekalian mendapatkan hikmah dari buku ini, kritik dan saran yang bersifat konstruktif kami tunggu untuk perbaikan buku ini di masa yang akan datang.

    Bogor, 10 April 2015


    Paneupaan Kujang Pajajaran






  • Judul; Toponimi Bogor
    Penulis: Eman Soelaeman
    Harga: Rp. 50.0000
    Tersedia E-book Rp.25.000


    Dengan mengucap Puji Sukur kepada Allah SWT, buku kumpulan asal mula nama tempat /Toponimi daerah berhasil kami susun dalam bentuk sederhana namun tujuan dan harapan kami selama ini terkabul. Kurang lebih selama 4 tahun kami mengadakan survey penelitian secara voluntir untuk mendapatkan hasil yang otentik. Dengan hadirnya tulisan ini semoga harapan masyarakat Kota dan Kabupaten Bogor serta Kotip Depok dapat mengetahui perjalanan sejarah daerahnya. Hasrat kami sebenarnya ingin mengangkat seluruh tempat dan daerah yang berada di kawasan yang indah ini. Namun dengan keterbatasan waktu yang kami miliki serta kurangnya materi untuk kepentingan lainnya dalam penelitian, kami hanya berhasil sebatas yang kami mampu. Apabila dalam hasil tulisan ini terdapat beberapa asal muasal nama tempat yang tidak sesuai dengan temuan dan pendapat pembaca kami harap untuk dimaklumi.

    "Di nu kiwari ngancik nu bihari, seja ayeuna sampeureun jaga "

    Demikian motto sesepuh Sunda; Bahwa untuk maju dan mengenal perjalanan sejarah yang sekarang tidak bisa lepas dari masa yang telah lampau , dan yang tengah kita laksanakan hasilnya untuk anak keturunan kita. Kiranya perlu kita ingat, kita selalu berjalan dalam tiga masa yang tidak bisa dilepaskan begitu saja. Yaitu ada masa lalu-tmasa kini dan masa yang akan datang. Dengan berhasilnya tulisan ini, harapan utama semoga para pembaca dapat membuka tabir asal mula nama tempat yang selama ini menyelimuti kegelapan kita akan masa lalu yang telah kita lalui. Kepada seluruh handaitaulan yang telah membantu pelaksanaan ini, diucapkan terima kasih. Semoga Tuhan membalas dengan kebaikan. Aamiin

    “Kado buat istri dan ke tiga anaku: Nanden - Widi - Ayi serta cucuku Aulia”


    Bogor,  9 April 2003

    Eman Soelaeman


  • Harga: Rp. 40.000,-
    Hubungi: 085885753838

    Sinopsis The Diary of Santriwati
    Sebagai remaja yang sedang tumbuh menjadi dewasa, santriwati adalah manusia setengah dewasa yang penuh dengan mimpi-mimpi dan harapan-harapan di masa depan. Ibarat bunga-bunga yang tumbuh di sebuah taman, ia telah siap untuk memberikan semerbak dan warna-warni taman agar lebih berseri. Tentu saja tak lama lagi taman itu akan disambangi kumbang-kumbang yang terpesona oleh bunga-bunga di dalamnya.
    The Diary of Santriwati merupakan kumpulan kisah dari bunga-bunga yang akan segera mekar di taman-taman penuh keindahan. Ibarat rangkaian bunga, ia kaya dengan beraneka bunga yang indah dipandang mata, semerbak wangi menyeruak diantaranya dan tentu saja kaya dengan imajinasi dan mimpi-mimpi. Sebagai remaja yang tengah beranjak menuju dewasa santriwati adalah sosok-sosok yang sedang menjadi jati diri, mengasah imajinasi dan menyiapkan bekal tuk menjadi bidadari-bidadari surgawi. Membaca buku ini akan membawa kita pada sebuah dunia yang belum pernah terekspos sebelumnya, dunia yang kaya dengan warna namun tetap dalam koridor syariahNya.
    Kisah-kisah yang ada di dalamnya sangat kaya dengan nuansa remaja, dari ngomongin hal-hal yang sepele hingga masalah besar yang menyangkut masa depan. Dari masalah antri di depan kamar mandi hingga persiapan-persiapan untuk menjadi seorang permaisuri. Tentunya semua itu diceritakan dengan bahasa remaja yang masih lugu dan tak banyak bermakna ambigu. Jelas, renyah dan apa adanya, tak ada yang disembunyikan. Tidak pula mengandung kata-kata yang sulit untuk dipahami. Singkatnya membaca buku ini seolah-olah kita berada di tengah-tengah para jelita yang sedang bercerita penuh tawa, terkadang serius dan tidak jarang air mata tak terasa menetes karena haru degan kisah-kisahnya.
    Buku ini layak untuk dibaca oleh generasi Rabbani yang akan menapaki persada kehidupan yang penuh dengan tantangan. Seperti oase di tengah sahara, kehadiran buku ini memberikan kesegaran di tengah bacaan yang tak lagi memedulikan nilai moral dan adab keislaman. Silahkan terpesona dalam taman-taman penuh bunga dan sejuta cerita di dalamnya.


  • Harga: Rp. 50.000,-
    Hubungi: 085885753838

    Ibarat sebuah pohon yang semakin tinggi, maka ia akan menerima tiupan angin yang lebih kencang. Itulah perumpamaan yang cocok dengan diriku, ketika tingkat keimananku mulai meningkat maka cobaan yang aku dapatkan semakin kuat. Bahkan ketika aku telah menjadi seorang agamawan ternyata cobaan itu semakin tampak memesonakan. Aku sadar, cobaan ini harus aku rasakan. Aku harus dapat mengatasinya agar derajatku tinggi di sisiNya.
    Aku mengawali kisah ini dengan sebuah kejadian yang membuat masa depanku begitu menakjubkan, sebuah kejadian yang menjadikan hidupku begitu berwarna-warni, kelabu dan tidak jarang menjadi hitam legam.
    Waktu itu aku baru berumur kurang lebih delapan tahun. Di tengah semangatku untuk belajar dan meraih cita-cita, aku diajak oleh seorang tetanggaku untuk belajar di rumahnya. Namanya adalah pak Jiman, kebetulan beliau adalah seorang guru di sebuah sekolah dasar negeri di desaku.
    Ia tampak begitu ramah, baik dan sayang dengan anak-anak kecil. Walaupun ia berbeda keyakinan dengan kami, namun tidak menjadi halangan bagi kami untuk selalu berbuat baik. Rumah beliau hanya beberapa meter jaraknya dari rumah keluargaku.
    Aku mau saja ketika di ajak untuk belajar di rumahnya, kebetulan selain aku, beberapa teman juga diajaknya untuk belajar bersama di rumahnya. Suasana belajar kami benar-benar hidup, beliau membimbing kami pada beberapa pelajaran yang tidak kami pahami. Selain itu beliau juga menghidangkan makanan kecil untuk kami. Inilah yang membuat kami sangat senang belajar di rumah beliau.





  • Harga: Rp. 45.000,-
    Hubungi: 085885753838

    Sinopsis

    Zakat adalah bagian dari syariat Islam yang memiliki dua dimensi, yaitu dimensi ibadah dan dimensi muamalah. Pemikiran mengenai zakat saat ini semakin berkembang, jika dahulu orang-orang yang berhak untuk mendapatkan zakat terbatas delapan ashnaf. Maka saat ini cakupan dari delapan ashnaf  tersebut semakin dikembangkan sesuai dengan perkembangan zaman.
    Salah satu dari ashnaf mustahiq (pihak penerima zakat) adalah fi sabilillah yaitu mereka yang berjuang dan berperang di jalan Allah ta’ala. Maka beberapa pemikir kontemporer mengembangkannya sehingga makna fi sabilillah tidak hanya mereka yang berperang di jalan Allah, namun semua orang yang berusaha untuk menegakkan kalimat Allah seperti penuntut ilmu, mahasiswa, da’i dan lain sebagainya juga berada di jalan Allah. Bagaimana pendapat ini sebenarnya? Apakah pengembangan dari pemikiran ini dibenarkan? Buku menyajikan problem interpretasi terhadap ashnaf fi sabilillah


  • Harga: Rp. 45.000,-
    Hubungi: 085885753838
    Tersedia Ebook 

    Paket Beli BUku Gratis Konsultasi Penulisan


    Sinopsis

    Spiritual Writing adalah upaya dari setiap muslim untuk menuliskan syariat-syariatNya yang universal agar bisa dibaca oleh seluruh makhlukNya di dalam raya. Ia juga menjadi alat untuk mencegah segala hal yang menyimpang dan bertentangan dengan aturan-aturanNya. Maka sudah selayaknya bagi setiap muslim yang komitmen dengan Islam untuk senantiasa mendasarkan segala bentuk tulisan kepada syariat Allah ta’ala dan sunnah NabiNya.
    Buku ini berisi motivasi bagi seluruh umat Islam untuk memberdayakan penulisan sebagai media dalam meninggikan kalimat Allah ta’ala, mengajak kepada kebaikan dan mencegah dari segala bentuk kemungkaran. Tulisan menjadi media efektif dalam melaksanakan tugas mulia tersebut. Tidak berlebihan kiranya jika buku ini menjadi motivator bagi seluruh umat Islam untuk senantiasa memperbaharui niat dalam menulis, menjadi penasehat yang tidak pernah marah dan memberikan dorongan agar terus berkarya di jalanNya.
    Semoga karya kecil ini menjadi amal shaleh bagi penulis sehingga menjadi bekal untuk perjalanan panjang baik di dunia maupun di alam sana. Karena tidak ada yang bisa diharapkan kebaikannya selain amal shaleh kita yang akan senantiasa menemani sejak di dunia, alam barzakh dan ketika menghadap Allah ta’ala. 




  • Harga: Rp. 45.000
    Hubungi: 085885753838


    Kehidupan penuh dengan misteri, ia adalah perjalanan panjang yang akan berakhir dengan kematian. Namun ternyata kematian sendiri adalah awal dari perjalanan panjang menuju keabadian. Apakah kita terpesona dengan indahnya alam di tengah perjalanan, kemudian kita berhenti dan tidak mau meneruskan perjalanan? 
    Perjalanan ini masih panjang kawan, jangan pernah berhenti sebelum kaki ini menginjak tanah surgawi,.... 


  • Harga: Rp. 50.000,-
    Hubungi: 085885753838

    DAFTAR ISI      Halaman

    KATA PENGANTAR……………......……………..........    i
    DAFTAR ISI …………………………..............................     iii
    MUKADDIMAH................................................................     1
    BAB I . ENERGI ISLAM DALAM MENDORONG KEWIRAUSAHAAN.........................................................                                                                                                     14
    1.1. Wirausaha Muslim Indonesia: Sejarah yang terlupa.......     17
    1.2. Nabi Muhammad SAW sebagai Master of Entrepreneur    20
    1.2.1.   Periode Sebelum Bermitra Dengan Khadijah   ...........     22
    1.2.2.   Periode Bermitra Dengan  Khadijah …………………   28
    1.2.3.   Periode Setelah Perkawinan Dengan Khadijah ...........    31
    BAB II. ISLAM DAN KEWIRAUSAHAAN....................   33
    2.1.Definisi Islam ………………………………………    33
    2.2.Islam Agama Komprehensif dan Universal ..............    41
    2.3.Realitas Umat Islam Indonesia dan Kewirausahaan      47
    BAB III. PENGERTIAN WIRASWASTA,WIRAUSAHA DAN ENTREPRENEUR………………………………………     49
    3.1.   Siapa Yang Disebut Sebagai Wirausaha…………     55
    3.2.  Faktor-Faktor Yang Mendorong Menjadi Wirausaha  57
    3.3.   Ciri-Ciri Pribadi Seorang Wirausaha ……………      61
    3.4.   Sikap Mental Seorang Wirausaha …………………   65
    BAB IV. ENERGI ISLAM UNTUK KEWIRAUSAHAAN           71
    4.1. Paradigma Tauhid Bagi Wirausaha............................   73
    4.2. Life Attitude Dalam Islamic Entrepreneurship Power 101
    4.3. Work Attitude Dalam Islamic Entrepreneurship Power        133
    4.4.   Leadership Attitude Dalam Islamic Entrepreneurship   Power                                     155
    4.5.   Power of Life  Dalam Islamic Entrepreneurship Power        168
    BAB  V.   ISLAMIC ENTREPREUNERSHIP MODEL    178
    BAB VI .KESIMPULAN.....................................................           187
    DAFTAR PUSTAKA ................................ ......................... 190


  • Harga: Rp. 40.000,-
    Hubungi: 085885753838

    Pendahuluan
    Segala puji hanya bagi Allah, kami memuji-Nya, memohon pertolongan dan ampunan kepada-Nya, kami berlindung kepada Allah dari kejahatan diri kami dan kejelekan amal perbuatan kami, barangsiapa yang Allah beri petunjuk maka tidak ada yang dapat menyesatkannya, dan barangsiapa yang Allah sesatkan maka tidak ada yang dapat memberinya hidayah. Aku bersaksi bahwa tidak ada Ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali hanya Allah semata tidak ada sekutu bagiNya dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan juga Rasul-Nya.
    Dan Allah telah berfirman:
    يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اتَّقُواْ اللّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ
    “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada- Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam”. ( surat Ali Imron ayat 102 )
    يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُواْ رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيرًا وَنِسَاء وَاتَّقُواْ اللّهَ الَّذِي تَسَاءلُونَ بِهِ وَالأَرْحَامَ إِنَّ اللّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا
    “Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu”. ( surat An Nisa ayat 1 )
    يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَن يُطِعْ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ يَا فَوْزًا عَظِيمًا
       “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar, niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan barangsiapa menta'ati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar”. ( surat Al Ahzab ayat 70-71 )
    Sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah Kitabullah dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuknya Nabi Muhammad Salallahu 'Alaihi Wasalam. Sejelek-jelek perkara adalah yang diada-adakan, setiap apa yang diada-adakan dalam masalah agama adalah bid'ah dan setiap bidah adalah sesat dan setiap kesesatan tempatnya adalah neraka.
    Amma ba’du
    Kita besyukur kepada Allah yang telah memberikan nikmat yang begitu banyak, baik yang tampak maupun yang tidak, sehingga jika kita hendak menghitungnya niscaya tidak akan mampu, sebagimana disebutkan dalam Al Quran Allah berfirman;
    وَآتَاكُم مِّن كُلِّ مَا سَأَلْتُمُوهُ وَإِن تَعُدُّواْ نِعْمَتَ اللّهِ لاَ تُحْصُوهَا إِنَّ الإِنسَانَ لَظَلُومٌ كَفَّارٌ
    “Dan Dia telah memberikan kepadamu (keperluanmu) dan segala apa yang kamu mohonkan kepadanya. Dan jika kamu menghitung ni'mat Allah, tidaklah dapat kamu menghinggakannya. Sesungguhnya manusia itu, sangat zalim dan sangat mengingkari (ni'mat Allah). Ibrahim (34) 
    Firman Allah ini menerangkan kepada kita bahwa tidak akan mungkin manusia itu mampu untuk menghitung nikmat Allah. Tentunya manusia yang masih mempunyai akal pikiran yang sehat dia akan mengakui hal ini. Allah sudah menciptkan kita, memberi rizki, memberi makan, mengatur dan memberikan yang lainnya, kita diberi nikmat berupa umur, waktu longgar, kekayaan dan kemudahan yang banyak, pantaslah kalau Allah menyuruh kita untuk besyukur kepadaNya, Allah berfirman dalam ayatnya;
    فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُواْ لِي وَلاَ تَكْفُرُونِ
    “’Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (ni'mat)-Ku’ ( Al Baqarah: 152)
    Allah menyuruh kepada manusia untuk bersyukur dan melarang dari perbuatan kufur dari apa yang Allah berikan. Namun pada kenyataannya banyak dari kalangan manusia yang ingkar dengan nikmatNya, mereka diberi umur panjang malah mereka gunakan untuk bermaksiat kepada Allah. Mereka diberi kekayaan dan rizki yang banyak mereka malah lalai dari beribadah kepadaNya, diberi kesehatan dia tidak menggunakannya untuk berdiri melaksanakan ibadah kepada Allah, inilah sifat jeleknya manusia.
    Apalagi kalau kita lihat pada zaman sekarang, manusia banyak yang sudah lupa dengan aturan hidup, lalai dengan agamanya, lalai dengan syariat Islam, mereka mengorbankan agamanya hanya demi mencapai kehidupan dunia semata. Kalau kita melihat kenyataan yang ada di depan mata, maka bagi orang yang masih mempunyai keimanan dan ketaatan kepada Allah maka akan merasa bersedih kenapa mereka berbuat seperti itu.
    Para pemudanya yang menjadi harapan masa depan sudah rusak, minum minuman keras, pergaulan bebas, hura-hura, laki-laki dengan perempuan yang bukan mahramnya berduaan berjalan bergandengan tangan itu suatu hal yang sudah biasa dan tidak asing lagi dan lain sebagainya yang mungkin kalau disebutkan semua membutuhkan banyak halaman buku untuk menuliskannya.
    Mereka menamakan semuanya itu dengan nama yang keren, gaul dan lain sebagainya. Padahal pemuda sekarang adalah generasi yang akan datang, tulang punggung negara, terlebih lagi mereka adalah harapan agama untuk meneruskan dan melaksanakan syariat Allah. Bagaimana keadaan yang akan datang apabila generasinya mempunyai aqidah yang tidak bagus, keimanan yang lemah, semangat yang kurang ? Tentunya musuh Islam akan lebih gampang menghancurkan kita.
    Kenyataan inilah yang kita lihat saat ini, oleh sebab itu, hati kita terasa sedih, air mata bercucuran melihat dan mendengar apa yang terjadi di sekeliling kita, tangan ini tergerak dan ingin rasanya untuk menulis suatu nasehat untuk diri penulis sendiri dan juga saudara-saudaraku semuannya kaum muslimin yang ada di Indonesia khususnya dan di seluruh pendjuru dunia. Tentunya nasehat ini bukan semata-mata dari penulis sendiri, tapi ini semua adalah dari Allah yang telah menciptankan kita, yang tentunya lebih mengetahui tentang hamba-Nya. Demikian juga dari Nabi kita Muhammad Shalallahu Alaihi Wasalam yang menjadi tuntunan kita, dan juga nasehat dari para ulama kita yang berpegang teguh dengan Al Quran dan sunnah yang benar. Karena sebagaimana disebutkan dalam hadits, kalau kita melihat kemungkaran maka kita disuruh berusaha semampu kita untuk menghilangkan kemungkaran itu, baik itu dengan tangan bagi yang mampu atau dengan lisan dan perkataan, demikian juga dengan hati untuk mengingkarinya. Nabi kita Muhammad shalallahu 'alaihi wa salam bersabda;
    عَنْ أَبِي سَعِيْد الْخُدْرِي رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم يَقُوْلُ : مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَراً فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ، فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِهِ، فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ وَذَلِكَ أَضْعَفُ اْلإِيْمَانِ [رواه مسلم]
    Dari Abu Sa'id Al Khudri berkata dia mendengar dari Rasululloh beliau bersabda; "Barang siapa di antaramu melihat kemungkaran, hendaklah ia merubahnya (mencegahnya) dengan tangannya (kekuasaannya) ; jika ia tak sanggup, maka dengan lidahnya (menasihatinya) ; dan jika tak sanggup juga, maka dengan hatinya (merasa tidak senang dan tidak setuju) , dan demikian itu adalah selemah-lemah iman" (hadits riwayat Muslim; kitabul iman; 49 Tirmidzi; 2172.
    Perhatikan bagaimana tuntunan kita memberikan cara berdakwah, dan cara untuk menghilangkan kemungkaran, yaitu dengan kekuatan tangannya bagi yang bisa untuk melaksanakannya seperti misalnya orang tua yang melihat kemungkaran pada anaknya, atau pemerintah pada masyarakatnya. Kalau dengan tangan dia tidak mampu untuk merubahnya mungkin karena tidak mempunyai kekuatan maka dia menghilangkan kemungkaran itu dengan lisan, dengan menasehatinya, mengajarkan sesuatu kepadanya, memberi pengetahuan bahwa apa yang ia lakukan adalah dilarang Agama.
    Tentunya nasehat itu dengan lemah lembut dan penuh hikmah. Yang terakhir kalau seseorang tidak mampu dengan tangan dan juga lisannya maka tetap wajib baginya untuk merubah kemungkaran itu minimal dengan hatinya. Mengingkari dengan hati bukan berarti kita senang dengan maksiat itu. Kita merasa benci melihat kemungkaran itu. 




  • Harga: Rp. 35.000,-
    Hubungi: 085885753838


    Perkembangan peradaban manusia telah membawa kepada perubahan sistem sosial budaya dan kepercayaan, sehingga secara langsung ataupun tidak langsung telah berdampak kepada pola pikir dan cara hidup masyarakatnya. Akibat lainnya, ia tengah membawa setiap manusia untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitarnya. Benturan-benturan sosial yang kerap terjadi adalah salah satu akibat dari perbedaan pola pikir di tengah masyarakat kita.
    Masyarakat dunia yang majemuk adalah sebuah fakta yang harus kita hadapi. Sebagai seorang muslim kita tentu memiliki pola pikir dan cara hidup yang berbeda untuk menghadapi masyarakat di sekitar kita yang semakin beraneka ragam. Setiap muslim adalah insan tauladan bagi masyarakatnya, ia adalah rahmat bagi sekitarnya. Perubahan pola pikir dan cara hidup masyarakat haruslah selalu diimbangi dengan pribadi-pribadi muslim mandiri. Lalu, bagaimana dengan pola pikir dan gaya hidup kita sebagai seorang muslim? apakah kita harus mengikuti arus perubahan itu, atau memisahkan diri dari masyarakat?
    Di tengah perkembangan peradaban manusia yang begitu cepat, setiap muslim dituntut untuk dapat lebih erat memegang prinsip hidup sebagai bekal menghadapi arus zaman yang terus menerjang segala sendi kehidupan manusia. Sebagai seorang muslim tentu kita tidak ingin begitu saja terbawa arus, kita ingin memiliki sebuah pegangan hidup, kita ingin mandiri, tentunya agar hidup lebih terkendali dan terarah. Namun perkembangan peradaban manusia pula yang telah melahirkan begitu banyak ideologi dan system kepercayaan atau "madzhab" yang dianut manusia. 
    Saat ini kita saksikan bersama bahwa agama-agama besar dunia telah "melahirkan" berbagai madzhab kepercayaan yang begitu banyak. Jika kita melihat agama Kristen maka jumlah persekutuan mereka sangat banyak. Agama Yahudi juga telah memliki berbagai aliran yang berbeda-beda. Bagaimana dengan agama kita yaitu Islam ? sebuah pemandangan yang tidak bisa dipungkiri bahwa umat Islam telah bergumul dalam berbagai madzhab dan aliran-aliran kepercayaan yang begitu banyak.     
    Berbagai aliran dalam Islam tersebut memiliki ciri khas yang membedakan antara satu kelompok dengan kelompok lainnya. Mereka dengan segala atributnya telah memiliki berbagai peraturan dan tata tertib serta kekhususan kelompoknya masing-masing. Adanya berbagai "ikatan" yang dibuat oleh kelompok-kelompok tersebut seringkali memalingkan seseorang untuk menerima kebenaran dari luar kelompoknya. Bahkan sebuah pemandangan yang tidak mengherankan manakala sebagian mereka begitu setia dengan kelompoknya.
    Adanya kelompok-kelompok dalam Islam memiliki nilai positif dan negatif. Kita akan bersedih dengan adanya perseteruan-perseteruan yang terjadi di antara mereka. Namun, di balik semua itu akan tampak sebuah kebenaran wahyu yang diterima oleh Nabi Muhammad SAW, di mana beliau pernah bersabda mengenai keadaan umat ini :
    ألا إن من قبلكم من أهل الكتاب افترقوا على ثنتين وسبعين ملة وإن هذه الملة ستفترق على ثلاث وسبعين : ثنتان وسبعون في النار وواحدة في الجنة وهي الجماعة
    Ketahuilah, sesungguhnya orang-orang sebelum kalian dari Ahli Kitab telah terpecah menjadi 72 kelompok, dan agama ini (Islam) akan terpecah menjadi 73 kelompok, 72 akan berada di Neraka dan satu kelompok berada di Surga, yaitu kelompok jama'ah. HR Abu Daud.
    Kita tidak akan mengklaim bahwa kelompok kitalah yang paling benar, hal ini tentu akan membawa kepada perseteruan yang semakin tajam. Demikian pula kita tidak akan menuduh kelompok-kelompok tertentu sebagai Islam sempalan atau kelompok sesat tanpa adanya bukti yang kuat. Justru kita akan melihat ke dalam diri kita sudah benarkah cara Islam kita ? apakah sudah sesuai dengan tuntutan dari Islam itu sendiri ? jawabannya adalah "Menjadi Muslim Mandiri".    
     Fenomena di tengah masyarakat yang berupa kelompok-kelompok "madzhab" telah membawa pada sebuah akibat yang mengkhawatirkan, awalnya adalah berharap agar umat Islam semakin kuat posisinya dalam berbagai lini kehidupan, tapi justru yang terjadi adalah loyalitas pada perkumpulannya atau kepada kelompoknya yang membabi buta. Hal ini ini bukanlah isapan jempol, berapa banyak "sekte" yang ada dalam Islam? berapa banyak "madzhab" dalam Islam?  
    Sejatinya fenomena madzhab tidaklah tercela, kemunculan madzhab di awal perkembangan Islam adalah sebuah sikap mandiri untuk menyelaraskan Islam dengan perkembangan zaman, hal ini bukan berarti hukum-hukum Islam yang kurang sehingga perlu disesuaikan dengan zaman, namun bukti Islam yang dinamis. Di mana bagian-bagian hukum Islam dapat sesuai dengan perkembangan zaman. Adapun dalam masalah keyakinan dan pemahaman maka ia tidak akan pernah berubah.
    Sebagian kelompok-kelompok Islam yang ada saat ini lebih mengedepankan kemajuan kelompoknya dari pada Islam sendiri, sehingga rasa kebersamaan dalam Islam sering kali terkorbankan hanya karena beda kelompok. Hal ini tentu sangat membahayakan Islam sendiri. Dan yang menjadi korban dari kelompok-kelompok seperti ini adalah orang-orang yang belum paham dengan Islam, atau para remaja yang baru belajar agama dan mempunyai semangat yang tinggi. Mereka sangat mudah dimasuki doktrin-doktrin dari para "ustadz"nya.
    Mendapatkan ilmu hanya satu sumber adalah salah satu dari sebabnya, padahal hal ini tidaklah sesuai dengan Islam pada zaman keemasannya. Jika para ulama dahulu mempunyai "guru" yang begitu banyak sehingga pola pemikirannya tidak terikat dengan satu kelompokpun, demikian pula mereka lebih mengedepankan ukhuwah Islam daripada ukhuwah kelompok.
    Lalu kelompok-kelompok Islam seperti apa yang tidak sesuai dengan Islam? "Menjadi Muslim Mandiri" ingin memberikan semacam "studi banding" terhadap kelompok-kelompok yang telah memasung daya nalar, kreativitas dan kemandirian seorang muslim. Pemasungan yang dimaksud adalah kita terlalu nrimo dengan apapun yang menjadi keputusan dan pegangan kelompok tersebut. Akibatnya adalah pola pikir yang tertanam bahwa hanya dari kelompoknyalah kebenaran itu berasal, adapun dari luar kelompoknya adalah sesuatu yang menyesatkan. Ini jelas pengebirian terhadap kemandirian dalam keimanan dan keberagamaan. Sehingga tidaklah mengherankan bila antara satu kelompok dengan kelompok lainnya tidak cocok bahkan terkadang bentrok baik secara pemikiran atau fisik. Kenapa mereka bisa "bentrok"? karena kemandirian mereka dalam beragama telah dikebiri oleh kelompoknya. Mereka telah masuk ke dalam jerat kelompok yang telah memenjarakan pola pikir beragama mereka.   
    Dari sini akan muncul sebuah pertanyaan, seperti apa sebenarnya Islam mengajarkan kepada umatnya dalam beragama? apakah kita tidak boleh mengikuti kelompok-kelompok dalam Islam? bagaimana jika dia adalah seorang yang tidak paham dengan agama ini? jawabannya ada dalam buku ini. Intinya adalah kemandirian, itulah yang menjadi kunci dalam masalah ini. Kemandirian dalam beragama, dimulai dari kemandirian berislam, kemandirian beribadah dan kemandirian berfikir.
    Apakah anda sudah mandiri dalam beragama ? buku ini mengajak kita untuk kembali merenungi metode kita beragama, bukanlah untuk menjustifikasi atau mengadili cara beragama kita selama ini, namun sekadar saling menasehati, bukankah kita adalah satu umat yang saling bersaudara? Dan bukankah kita ingin menjadi orang-orang yang benar-benar beriman?